Temui Saya di Facebook

Pengertian Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction)

Menurut Arends (2001) dalam Trianto (2007: 29) model pembelajaran langsung adalah salah satu pendekatan mengajar yang dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural yang terstruktur dengan baik yang dapat diajarkan dengan pola kegiatan bertahap, selangkah demi selangkah. Menurut Sudrajat (2011) model pembelajaran langsung adalah model pembelajaran yang menekankan pada penguasaan konsep dan/atau perubahan perilaku dengan mengutamakan pendekatan deduktif, dengan ciri-ciri sebagai berikut: (1) transformasi dan ketrampilan secara langsung; (2) pembelajaran berorientasi pada tujuan tertentu; (3) materi pembelajaran yang telah terstuktur; (4) lingkungan belajar yang telah terstruktur; dan (5) distruktur oleh guru. Menurut Uno dan Nurdin (2011: 111) model pembelajaran langsung dapat berbentuk ceramah, demonstrasi, pelatihan atau praktik, dan kerja kelompok.

Dari berbagai pengertian di atas dapat disimpulkan model pembelajaran langsung adalah model pembelajaran untuk menyampaikan pelajaran yang ditransformasikan langsung oleh guru kepada siswa, menekankan penguasaan konsep, materi pembelajaran disampaikan dengan pola kegiatan bertahap, dan selangkah demi selangkah. Model pembelajaran langsung ini dapat diterapkan pada pembelajaran yang berorientasi kinerja dan transformasi keterampilan secara langsung seperti pembelajaran bermain musik sederhana dalam mengiringi lagu daerah ini.    
            Menurut Kardi dan Nur (2000) dalam Trianto (2007: 31) sintaks Model Pembelajaran langsung digambarkan dalam 5 tahap, yaitu:  
Tabel 2.1 Sintaks Model Pembelajaran Langsung
Fase
Peran Guru
Fase 1
Guru menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, informasi latar belakang pelajaran, pentingnya pelajaran, mempersiapkan siswa untuk belajar.
Fase 2
Guru mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilan
Guru mendemonstrasikan keterampilan dengan benar, atau menyajikan informasi tahap demi tahap.
Fase 3
Guru membimbing pelatihan
Guru merencanakan dan memberi bimbingan pelatihan awal.
Fase 4
Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik
Mengecek apakah siswa telah berhasil melakukan tugas dengan baik, memberi umpan balik.
Fase 5
Guru memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan
Guru mempersiapkan kesempatan melakukan pelatihan lanjutan, dengan perhatian khusus pada penerapan kepada situasi lebih kompleks dan kehidupan sehari-hari.

Menurut Slavin (2003) dalam Sudrajat (2011) sintaks model pembelajaran langsung terdiri dari 7 tahap yaitu:
1.      Menginformasikan tujuan pembelajaran dan orientasi pelajaran kepada siswa. Dalam tahap ini guru menginformasikan hal-hal yang harus dipelajari dan kinerja siswa yang diharapkan.    
2.      Me-review pengetahuan dan keterampilan prasyarat. Dalam tahap ini guru mengajukan pertanyaan untuk mengungkap pengetahuan dan keterampilan yang telah dikuasai siswa.
3.      Menyampaikan materi pelajaran. Dalam fase ini, guru menyampaikan materi, menyajikan informasi, memberikan contoh-contoh, mendemontrasikan konsep dan sebagainya.
4.      Melaksanakan bimbingan. Bimbingan dilakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menilai tingkat pemahaman siswa dan mengoreksi kesalahan konsep.
5.      Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih. Dalam tahap ini, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk melatih keterampilannya atau menggunakan informasi baru secara individu atau kelompok.
6.      Menilai kinerja siswa dan memberikan umpan balik. Guru memberikan reviu terhadap hal-hal yang telah dilakukan siswa, memberikan umpan balik terhadap respon siswa yang benar dan mengulang keterampilan jika diperlukan.
7.      Memberikan latihan mandiri. Dalam tahap ini, guru dapat memberikan tugas-tugas mandiri kepada siswa untuk meningkatkan pemahamannya terhadap materi yang telah mereka pelajari.
Kegiatan pembelajaran pada penelitian ini dilaksanakan oleh peneliti menggunakan 5 fase pelaksanaan model pembelajaran langsung yang dikemukakan oleh Kardi dan Nur (2000) dalam Trianto (2007). Alasan peneliti menggunakan referensi tersebut karena 5 fase tersebut sesuai untuk digunakan pada pembelajaran materi bermain musik sederhana dalam mengiringi lagu daerah.

Kelebihan dan Keterbatasan Model Pembelajaran Langsung         
Model pembelajaran langsung tentunya tidak terlepas dari kelebihan dan keterbatasan dalam pelaksanaanya. Kelebihan dan keterbatasan tersebut disebabkan karena memang tidak ada model pembelajaran yang paling baik untuk melaksanakan pembelajaran. Model pembelajaran yang terbaik adalah model pembelajaran yang digunakan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan materi yang disajikan. Menurut Sudrajat (2011) kelebihan dan keterbatasan model pembelajaran langsung yaitu:

         Kelebihan Model Pembelajaran Langsung           
Kelebihan pada model pembelajaran langsung yaitu: (1) guru menyampaikan secara langsung isi materi dan urutan informasi yang diterima oleh siswa sehingga dapat mempertahankan fokus mengenai apa yang harus dicapai oleh siswa, (2) dapat diterapkan secara efektif dalam kelas yang besar maupun kecil, (3) merupakan cara yang paling efektif untuk mengajarkan konsep dan keterampilan-keterampilan yang eksplisit kepada siswa yang berprestasi rendah, (4) model pembelajaran langsung (terutama demonstrasi) dapat memberi siswa tantangan untuk mempertimbangkan kesenjangan yang terdapat di antara teori (yang seharusnya terjadi) dan observasi (kenyataan yang mereka lihat), (5) demonstrasi memungkinkan siswa untuk berkonsentrasi pada hasil-hasil dari suatu tugas dan bukan teknik-teknik dalam menghasilkannya, terutama jika siswa tidak memiliki kepercayaan diri atau keterampilan dalam melakukan tugas tersebut, (6) siswa yang tidak dapat mengarahkan diri sendiri dapat tetap berprestasi apabila model pembelajaran langsung digunakan secara efektif.

Keterbatasan Model Pembelajaran Langsung            
Keterbatasan pada model pembelajaran langsung yaitu: (1) model pembelajaran langsung tidak dapat digunakan untuk semua tujuan pembelajaran, (2) dalam model pembelajaran langsung, sulit untuk mengatasi perbedaan dalam hal kemampuan, pengetahuan awal, tingkat pembelajaran dan pemahaman, gaya belajar, atau ketertarikan siswa, (3) jika model pembelajaran langsung tidak banyak melibatkan siswa, siswa akan kehilangan perhatian setelah 10-15 menit dan hanya akan mengingat sedikit isi materi yang disampaikan, (4) jika terlalu sering digunakan, model pembelajaran langsung akan membuat siswa percaya bahwa guru akan memberi tahu mereka semua hal yang perlu mereka ketahui, hal ini akan menghilangkan rasa tanggung jawab mengenai pembelajaran mereka sendiri.
Meskipun model pembelajaran ini mempunyai kelebihan dan keterbatasan, tetapi pada dasarnya tidak ada model pembelajaran yang paling baik dari model pembelajaran yang lain. Hal ini sesuai dengan pendapat Moniz, Fine & Bliss (2008) dalam jurnal internasional yang berjudul The Effectiveness of Direct-Instruction and Student-centered Teaching Methods on Students' Functional Understanding of Plagiarism:
“Approaches taken included control, direct-instruction and student-centered sessions. Student were taught content and definitions regarding plagiarism, what circumstances or instances constitusi plagiarism, where to go for help in avoiding plagiarism, and what constitutes appropiate paraphrasing. Pretest and posttest scores indicated that no approach performed significantly better than the others; however, even though student improved accross all methods, they nonetheless showed the need for more hand-on practice”.
Diterjemahkan dalam bahasa Indonesia artinya “model pembelajaran langsung berpusat pada siswa dalam penelitian ini digunakan sebagai variabel kontrol. Siswa diajarkan untuk menirukan isi dan pengertian, dan uraian materi pembelajaran. Skor pretest dan postest yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pendekatan yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran lebih baik dari pendekatan lain, meskipun siswa diberi pelajaran melalui semua metode pembelajaran, siswa masih perlu untuk melakukan praktek dalam pembelajaran.      Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran langsung dapat diterapkan pada pembelajaran yang berorientasi kinerja, transformasi dan keterampilan secara langsung.

DAFTAR ISI
Moniz, Fine & Bliss. 2008. The Effectiveness of Direct-Instruction and Student-centered Teaching Methods on Students' Functional Understanding of plagiarism. Http:/search.ebscohost.com (diakses tanggal 28 Februari 2012)
Sudrajat, A. 2011. Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction). Http://akhmadsudrajat.wordpress.com (diakses tanggal 1 Maret 2012)
Trianto. 2007. Model-model Pembelajaran Inovatif Beroriontasi Konstruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher

Post a Comment

0 Comments