Temui Saya di Facebook

Keterampilan dasar mengajar guru dalam pembelajaran

Keterampilan Guru merupakan seperangkat pengetahuan, ketrampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai, dan diaktualisasikan oleh Guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.

Dalam kegiatan pembelajaran, guru harus menguasai keterampilan dasar mengajar. Keterampilan dasar mengajar yang dikuasai guru ikut menentukan berhasil atau tidaknya suatu pembelajaran. Mulyasa (2008: 69) mengemukakan bahwa keterampilan mengajar guru adalah kompetensi professional yang cukup kompleks, sebagai integrasi dari berbagai kompetensi guru secara utuh dan menyeluruh. Sedangkan menurut Badarudin (2011), keterampilan mengajar guru adalah kemampuan guru dalam menyajikan materi pelajaran, dimana guru harus mempunyai persiapan mengajar antara lain: guru harus menguasai bahan penga-jaran, mampu memilih metode yang tepat, dan penguasaan kelas yang baik.
Menurut Rusman (2012: 80) ketrampilan dasar mengajar guru secara aplikatif indikatornya dapat digambarkan melalui sembilan ketrampilan mengajar. Ketrampilan yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Keterampilan membuka pelajaran
Menurut Rusman (2012: 80) Keterampilan membuka pelajaran adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk menciptakan situasi agar siswa siap mental dan perhatian siswa terpusat pada apa yang dipelajari serta memiliki motivasi yang tinggi untuk terus mengikuti pembelajaran sampai selesai dengan semangat dan konsentrasi yang tinggi.
Komponen membuka meliputi :
  • Menarik perhatian siswa
  • Menimbulkan motivasi
  • Memberikan acuan melalui berbagai usaha
  • Membuat kaitan antara materi sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari.

2. Keterampilan bertanya
Keterampilan bertanya bertujuan untuk memperoleh informasi yang dapat meningkatkan kemampuan berfikir. Selain itu kegiatan bertanya bertujuan untuk meningkatkan terjadinya interaksi antara guru dengan siswa, dan antara siswa dengan siswa. Dengan demikian, pertanyaan yang diberikan bisa bersifat suruhan maupun kalimat yang dapat mendorong siswa berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. Pada dasarnya, ketrampilan bertanya dapat dikelompokan dalam dua kelompok besar, yaitu ketrampilan bertanya dasar dan ketrampilan bertanya lanjut.
Ketrampilan bertanya dasar terdiri atas komponen komponen sebagai berikut :
  • Pengungkapan pertanyaan secara jelas
  • Pemberian Acuan
  • Pemusatan
  • Pemindahan Giliran
  • Penyebaran
  • Pemberian waktu berfikir
  • Pemberian Tuntunan (Wardani 2008:7.8)
Sedangkan ketrampilan bertanya lanjut memiliki komponen sebagai berikut :
  • Pengubahan tuntutan kognitif dalam menjawab pertanyaan 
  • Pengaturan urutan pertanyaan 
  • Penggunaan pertanyaan pelacak
  • Peningkatan terjadinya interaksi (Wardani 2008:7.14)
3. Ketrampilan mengadakan variasi
Variasi dalam kegiatan belajar mengajar dimaksud sebagai proses perubahan dalam pengajaran yang dikelompokkan dalam tiga kelompok yaitu: variasi dalam gaya mengajar, variasi dalam menggunakan alat dan media pembelajaran dan variasi dalam pola interaksi dalam kelas.
Komponennya adalah:
a. Variasi dalam gaya mengajar:
  • Variasi suara guru
  • Variasi mimik dan gestural
  • Perubahan posisi
  • Kesenyapan 
  • Pemusatan perhatian
  • Kontak pandang
b. Penggunaan media dan bahan pelajaran 
c. Variasi pola interaksi  (LP3I  2010:131).

4. Ketrampilan menjelaskan
Menjelaskan adalah penyajian informasi secara lisan yang diorganisasi secara sistematis untuk menunjukkan adanya hubungan satu dengan yang lainnya, misalnya sebab dan akibat.
Komponen-komponen keterampilan menjelaskan yaitu:
a. Merencanakan:
  • Isi pesan (materi)
  • Penerima pesan (siswa)
b. Menyajikan suatu penjelasan
Kejelasan
Penggunaan contoh dan ilustrasi
Pemberian tekanan
Penggunaan Balikan (Rusman 2012:86)

5. Ketrampilan memimpin diskusi kelompok kecil
Diskusi kelompok adalah merupakah salah satu strategi yang memungkinkan siswa menguasai suatu konsep atau memecahkan suatu masalah melalui suatu proses yang memberi kesempatan berfikir, berinteraksi sosial serta berlatih bersikap positif.
Komponen ketrampilan:
a. Memusatkan perhatian
b. Memperjelas masalah atau urunan pendapat
c. Menganalisa pandangan siswa
d. Meningkatkan urunan siswa
e. Menyebarkan kesempatan berpartisipasi
f. Menutup diskusi (Wardani 2008:31-33)

6. Keterampilan mengelola kelas
Mengelola kelas adalah keterampilan guru dalam menciptakan, memelihara, atau mengembalikan kondisi yang memungkinkan terjadinya kegiatan pembela-jaran yang efektif, seperti membuat aturan atau tata tertib kelas, atau mengem-bangkan hubungan yang sehat dan akarab antara guru-siswa dan siswa- siswa 
a. Keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal (prefentif) meliputi:

  • Menunjukkan sikap tanggap
  • Membagi perhatian
  • Memusatkan perhatian kelompok
  • Memberikan petunjuk-petunjuk yang jelas
  • Menegur
  • Memberi penguatan

b. Keterampilan yang berhubungan dengan pengembalian kondisi belajar yang optimal (represif) meliputi:

  • Modifikasi tingkah laku
  • Pengelolaan kelompok
  • Menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah (Wardani 2008:33-35).
7. Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan
Terjadinya hubungan interpersonal yang sehat dan akrab dapat terjadi antara guru siswa, maupun antara siswa dan siswa, baik dalam kelompok kecil maupun perorangan.
Komponen Keterampilan:
a. Keterampilan untuk mengadakan pendekatan secara pribadi
b. Keterampilan mengorganisasikan kegiatan pembelajaran
c. Keterampilan membimbing dan memudahkan belajar siswa
d. Keterampilan merencanakan dan melaksanakan kegiatanbelajar mengajar (Wardani 2008: 8.61)

8. Keterampilan menutup pelajaran
Keterampilan menutup pelajaran adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari siswa, mengetahui tingkat pencapaian siswa dan tingkat keberhasilan guru dalam proses pembelajaran.
Komponen menutup pelajaran sebagaimana dijelaskan Uzer Usman (1992:85) adalah sebagai berikut 
a. Meninjau kembali penguasaan materi pokok dengan merangkum atau menyimpulkan hasil pembelajaran.
b. Melakukan evaluasi (Rusman 2012 : 92).
Berdasarkan peran guru di atas, ketrampilan guru harus selalu ditingkatkan agar dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran inovatif guna meningkatkan prestasi belajar siswa. Apabila guru dapat melaksanakan perannya dengan ketrampilan yang baik, maka kualitas kegiatan pembelajaran akan meningkat dan mendorong tercapainya prestasi belajar siswa yang diharapkan.
Gage dan Berliner mengemukakan peran guru dalam proses pembelajaran peserta didik, yang mencakup :
a. Guru sebagai perencana (planner) yang harus mempersiapkan apa yang akan dilakukan di dalam proses belajar mengajar (pre-teaching problems).
b. Guru sebagai pelaksana (organizer), yang harus dapat menciptakan situasi, memimpin, merangsang, menggerakkan, dan mengarahkan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan rencana, di mana ia bertindak sebagai orang sumber (resource person), konsultan kepemimpinan yang bijaksana dalam arti demokratik & humanistik (manusiawi) selama proses berlangsung (during teaching problems).
c. Guru sebagai penilai (evaluator) yang harus mengumpulkan, menganalisa, menafsirkan dan akhirnya harus memberikan pertimbangan (judgement), atas tingkat keberhasilan proses pembelajaran, berdasarkan kriteria yang ditetapkan, baik mengenai aspek keefektifan prosesnya maupun kualifikasi produknya.
Perilaku guru (aktivitas guru) dalam pembelajaran dapat dilihat dari kinerjanya sebagai berikut:
a. Membangun persepsi dan sikap positif siswa terhadap belajar
b. Menguasai disiplin ilmu yang berkaitan dengan keluasan dan kedalaman jangkauan substansi dan metodologi dasar keilmuan, serta mampu memilih, menata, mengemas dan mempresentasikan materi sesuai kebutuhan siswa
c. Agar dapat memberikan layanan pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan siswa, guru perlu memahami keunikan siswa dengan segenap kelebihan, kekurangan, dan kebutuhannya. Memahami lingkugan keluarga, sosial budaya, dan kemajemukan masyarakat tempat siswa berkembang
d. Menguasai pengelolaan pembelajaran yang mendidik berorientasi pada siswa tercermin dalam kegiatan merencanakan, melaksanakan, serta mengevaluasi pembelajaran secara dinamis, untuk membentuk kompetensi siswa yang dikehendaki
e. Mengembangkan kepribadian sebagai kemampuan untuk dapat mengetahui, mengukur, dan mengembangkan kemampuannya secara mandiri. (Depdiknas, 2004:8)

Post a Comment

0 Comments