Temui Saya di Facebook

HAKIKAT DAN PENGERTIAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF

A.  Pengertian Pembelajaran Kooperatif

Menurut Solihatin (2008: 4) pembelajaran kooperatif merupakan  suatu sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu diantara sesama dalam struktur kerjasama yang teratur dalam kelompok itu sendiri. Pembelajaran kooperatif juga dapat diartikan sebagai suatu struktur tugas bersama dalam suasana kebersamaan diantara sesama anggota kelompok.
Menurut Isjoni (2010: 12) pembelajaran kooperatif adalah strategi belajar dengan jumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya, setiap anggota kelompok harus saling bekerjasama dan saling membantu untuk memahami materi pelajaran.
Dyson (2001: 28) mengemukakan pengertian kooperatif learning adalah sebagai berikut.
Cooperative learning is a way of thinking about and implementing physical education that leads to improvements in both teaching and learning. It is defined as small-group instruction and practice that uses positive student interactions as a means of achieving instructional goals. Student work as heterogeneous teams in an inclusive learning environment, with each student’s contribution needed for team goal achievement. Any physical education content can be taught using cooperative learning (Dyson, Ben, And Steve Grineski. “Using Cooperative Learning Structures in Physical Education, Recreation & Dance 72.2 (2001: 28). Gale Education, Region and Humanities Lite Package. Web.23 Dec. 2011).
Definisi tersebut menjelaskan bahwa pembelajaran kooperatif adalah cara berpikir tentang pendidikan fisik yang penerapannya diarahkan untuk pengembangan dalam pengajaran dan pembelajaran. Pembelajaran kooperatif tersebut dibagi dan diarahkan dalam kelompok kecil dimana murid saling berinteraksi untuk mencapai tujuan instruksional. Siswa bekerja pada kelompok yang beragam di dalam lingkungan belajar, dimana dukungan tiap siswa dibutuhkan untuk keberhasilan kelompok. Banyak isi pendidikan fisik dapat diajarkan dengan menggunakan pembelajaran kooperatif.
Cooper (1999) dalam Asma (2006: 11) menjelaskan bahwa pembelajaran kooperatif sebagai metode pembelajaran yang melibatkan kelompok-kelompok kecil yang heterogen dan siswa bekerjasama untuk mencapai tujuan-tujuan dan tugas-tugas akademik bersama, sambil bekerjasama belajar keterampilan-keterampilan kolaboratif dan sosial. Anggota-anggota kelompok memiliki tanggung jawab dan saling bergantung satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama. Pembelajaan kooperatif tidak sama dengan sekedar dalam belajar kelompok. Ada unsur-unsur dasar pembelajaran kooperatif yang membedakan pembelajaran kelompok yang dilakukan asal-asalan. Pelaksanaan model pembelajaran kooperatif dengan benar akan memungkinkan guru mengelola kelas lebih efektif. Model pembelajaran kooperatif akan dapat menumbuhkan pembelajaran efektif yaitu pembelajaran yang mempunyai ciri-ciri: (1) memudahkan siswa belajar sesuatu yang bermanfaat seperti fakta, keterampilan, nilai, konsep, dan cara hidup serasi dengan sesama, (2) pengetahuan, nilai, dan keterampilan diakui oleh mereka yang berkompeten menilai (Suprijono 2011: 58).
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok dengan tingkat kemampuan yang berbeda untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan guru dengan cara bekerjasama antar siswa dalam tiap kelompok.
B.  Tujuan Pembelajaran Kooperatif
Menurut Asma (2006: 12) pengembangan pembelajaran kooperatif bertujuan untuk pencapaian hasil belajar, penerimaan terhadap perbedaan individu, pengembangan keterampilan sosial. Masing-msing tujuan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.
Hasil belajar dalam pembelajaran kooperatif tidak hanya mencapai tujuan dalam akademik saja tetapi bertujuan untuk meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik. Hasil belajar dalam pembelajaran kooperatif ini yaitu memberikan keutungan bagi siswa yang bekerjasama menyelesaikan tugas-tugas akademik, baik kelompok bawah maupun kelompok atas. Siswa kelompok atas akan menjadi tutor bagi siswa kelompok bawah. Dalam proses tutorial ini, siswa kelompok atas akan meningkatkan kemampuan akademiknya karena memberi palayanan sebagai tutor kepada teman sebaya yang membutuhkan pemikiran lebih dalam tentang materi tertentu.
Penerimaan Terhadap Perbedaan Individu. Menurut Goldon Allport dalam Asma (2006 : 13)  bahwa model pembelajaran kooperatif  ialah penerimaan yang luas terhadap orang yang berbeda menurut ras, budaya, tingkat sosial, kemampuan maupun ketidakmampuan. Pembelajaran kooperatif ini memberi peluang kepada siswa yang berbeda latar belakang dan kondisi untuk bekerja saling bergantungan satu sama lain atas tugas-tugas bersama dan melalui penggunaan struktur penghargaan kooperatif, serta belajar untuk menghargai satu sama lain.
Tujuan ketiga dari pembelajaran kooperatif ialah untuk mengajarkan kepada siswa keterampilan kerjasama dan kolaborasi. Selain unggul dalam membantu siswa memahami konsep-konsep sulit, model ini sangat membantu siswa menumbuhkan kemampuan kerjasama.
C.  Unsur-unsur Dasar Pembelajaran Kooperatif
Lungren dalam Trianto (2007:47) menyebutkan bahwa unsur-unsur dasar yang perlu ditanamkan kepada siswa dalam pembelajaran kooperatif yaitu:
1) Para siswa harus memiliki persepsi sama bahwa mereka ”tenggelam” atau “berenang” bersama, 2) Para siswa memiliki tanggung jawab terhadap tiap siswa lain dalam kelompoknya, di samping tanggung jawab terhadap diri sendiri dalam mempelajari materi yang dihadapi, 3) Para siswa harus berpandangan bahwa mereka semuanya memiliki tujuan yang sama, 4) Para siswa akan diberikan satu evaluasi atau penghargaan yang akan ikut berpengaruh terhadap evaluasi seluruh anggota kelompok, 5) Para siswa berbagi kepemimpinan sementara mereka memperoleh keterampilan bekerjasama selama belajar, 6) Para siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif.
DAFTAR ISI
Asma, Nur. 2006. Model Pembelajaran Kooperatif. Jakarta : Depdiknas.

Dyson, Ben, And Steve Grineski. “Using Cooperative Learning Structures in Physical Education.” JOPERD—The Journal of Physical Education, Recreation & Dance 72.2 (2001 : 28). Gale Education, Religion and Humanities Lite Packgage. http://go.galegroup.com/ps/i.do?id=GALE%7CA71202668&v=2.1&u=ptn042&it=r&p=GPS&sw=w. Web. 23 Dec. 2011.

Isjoni. 2010. Cooperative Learning: Efektivitas Pembelajaran Kelompok. Bandung : Alfabeta

Solihatin, Etin & Raharjo. 2008. Cooperative Learning : Analisis Model Pengembangan IPS. Jakarta : Bumi Aksara.

Suprijono, Agus. 2011. Cooperative Learning : Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Trianto. 2007. Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta : Prestasi Pustaka.




Post a Comment

0 Comments